Tulisan ini adalah cerita tentang pengalaman saya menggunakan Adobe XD selama kurang lebih satu minggu ini.

Apa itu Adobe XD?
Adobe XD adalah alat berbasis vektor yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Adobe Inc untuk merancang dan membuat prototipe pengalaman pengguna untuk aplikasi web dan seluler. (Wikipedia)
Kenapa mencoba Adobe XD?
Saya mendengar tool ini sekitar awal tahun 2018, saat itu Adobe XD menjadi bahan perbincangan di beberapa komunitas karna bersifat FREE. Pada saat itu tidak ada niatan untuk install karna memang belum ada kebutuhan prototyping. Nah, di bulan ini saya mendapat masukan dari teman berprofesi Frontend untuk mencoba tool ini. oiya sebelum memakai tool ini saya biasa menggunakan Photoshop, Sketch, dan Marvell untuk prototyping.
First impression?
kesan pertama saat saya menggunakan Adobe XD adalah “Aneh”, mungkin karna saya biasa melihat banyak toolbar di sisi kiri ataupun sisi kanan (Ai/Ps/Sketch), dan di Adobe XD ini benar benar cuma ada 12 tool, tapi Tools nya cukup untuk membuat UI ataupun UX, beberapa Tool fungsinya mirip dengan Ps ataupun Ai.

Maknyus juga nih Adobe XD
kenapa maknyus?
- Tools nya simple dan mudah dipelajari
- Langsung bisa test untuk Prototyping
- Mempermudah saat proses handoff ke Development, karna sudah ada preview mulai dari padding, kerning, kode warna, rounded, font dan masih banyak lagi
- Bisa menentukan asset teks, asset color, asset component. hebatnya ketika kita mengubah satu asset maka komponen lain yang menggunkan asset tersebut akan berubah.
Ada yang kurang
ada beberapa kendala yang belum saya temukan jawabannya
- Tidak ada fitus Tap Scroll to Anchor.
- Hasil Prototyping kadang suka ngaco, contohnya saat saya klik menu yang harusnya muncul menu tapi yang muncul malah basket belanja(flownya kadang ngacak).
Saya sih berharap ada updatean dari adobe untuk XD, dan tentunya semoga masih FREE hehe, terimakasih :)
Komentar
Posting Komentar