Langsung ke konten utama

Mengenal Lean Coffe

Topik ini saya dapatkan dari beberapa obrolan minggu lalu yang membahas apa itu “Lean Coffe”. Pikiran pertama saya ajakan ngopi di warung kopi daerah jakarta, setelah saya cari di google ternyata yang muncul kok scrum dkk? nah ternyata pikiran saya salah hehe.

http://www.globalnerdy.com

Apa itu Lean Coffe?

Singkatnya lean coffe adalah metode yang efektif untuk meeting atau berdiskusi dengan cara voting dan terstruktur tanpa adanya agenda
atau secara lengkapnya
“Lean Coffee is a structured, but agenda-less meeting. Participants gather, build an agenda, and begin talking. Conversations are directed and productive because the agenda for the meeting was democratically generated.”The Lean Coffee format is both easy to follow and effective at facilitating learning and collaboration through group discussions. Although the name combines ‘Lean’ (eg. Lean Thinking, Lean Startup, etc.) and ‘Coffee’ (implying casual morning sessions), neither the topics nor the meeting times need be so rigid. For instance, I’ve attended Lean Coffee meetups held in mornings, afternoons and evenings. You can gather at a local coffee house, a pub or at your office. Most successful Lean Coffee groups maintain a reliable cadence, meeting at the same time and place each week or two.(leancoffe.org)

oiya katanya lean coffe ini sangat populer di New York sana, populer berarti cara ini efektif untuk berdiskusi bersama :)

Yang harus dipersiapkan?

  1. Curious people
  2. alat tulis (rautan, pesil, pulpen, spidol etc)
  3. Post it
  4. Timer (ga harus stopwatch sih, hape juga jadi)
  5. Papan kosong/meja kosong
Oiya undang dulu ya teman teman yang mau diajak, beri tahu kapan dan dimana akan berlangsung

Yang dilakukan?

  1. Tunjuk satu orang sebagai moderator, yang tentunya sudah berpengalaman dan tau roles nya
  2. Persiapkan kanban board, dan buat menjadi 3 kolom “to discuss”, “discussing”, “discussed”
  3. Tulis topik yang ingin dibahas, satu topik satu post it (tidak terbatas berapa jumlah yang mau di tulis)
  4. Presentasikan topik yang akan dibahas ke semuanya(3–5 menit adalah waktu untuk meyakinkan semua peserta bahwa topik yang kamu tulis butuh untuk di diskusikan)
  5. Setiap orang mempunyai 2 dot untuk memilih topik mana yang harus di diskusikan, topik di urutkan dari atas sampai bawah berdasarkan dot yang didapat(2dot bisa langsung divote ke satu topik sekaligus). semakin banyak dot yang didapat berarti semakin penting untuk dibahas
  6. Mulai berdiskusi. dimulai dari post it paling atas, setiap peserta mempunyai waktu 5–10 menit untuk meuangkan pikirannya
  7. Bila diskusi sudah selesai maka setiap peserta memberi kode :
    👍🏾” yang artinya topik menarik dan perlu dibahas lebih dalam, “👎🏾” yang artinya topik dirasa cukup dan saatnya pindah ke topik yang lain.
  8. Ulangi semua tahapan sampai topik benar benar habis
  9. oiya pada akhir sesi, setiap peserta memberi kesimpulan tentang apa yang didapat
  10. dokumentasikan kegiatan karna mungkin akan berguna di masa yang akan mendatang

www.inrhythm.com

yaa begitu cara yang saya pahami, terimakasih sudah membaca :)
Referensi :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apasih UI dan UX itu?

Apa itu UI? apa itu UX? Banyak yang beranggapan keduanya itu sama, banyak juga yang beranggapan keduanya itu berbeda. hmm.. coba kita bahas satu persatu dan tolong dikoreksi bila salah. User Experience design (UX design) singkatnya UX Design adalah pengalaman pengguna dalam menggunakan produk, sistem atau layanan tertentu. http://saga-islamicnet.blogspot.com/2016/05/belajar-dari-pengalaman.html Contohnya sederhananya adalah saya membuat handle kulkas tepat berada di samping atas pintu, yang bertujuan memudahkan seseorang membukanya. User Interface design (UI design) sedangkan UI Design secara sederhana adalah output atau keluaran visual dari UX itu sendiri. https://blog.prototypr.io/hyperloop-interface-around-the-world-in-a-minute-93552c1dcf64 Contoh sederhananya adalah saya membuat warna, bahan, tampilan dari kulkas supaya menarik dan mudah digunakan. Jadi? UI dan UX adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, saat kita membuat UX kita juga harus memikirk...

Berkenalan dengan HEART Framework

Bermula dari percakapan di grup Telegram dengan beberapa senior saya mendapat referensi baru yaitu “HEART Framework” https://dribbble.com/shots/4232531-My-heart-flips-for-you Heart Framework diciptakan untuk membantu tim UX lebih fokus ke aspek spesifik experience yang ingin ditingkatkan, serta mengidentifikasi tujuan dan metrik experience pengguna untuk mengukur keberhasilan. Oiya, framework ini diciptakan oleh para pakar UX di Goolgle, dan di indonesia juga diterapkan di beberapa Startup seperti Tokopedia. HEART Frawork merupakan singkatan dari happines, engagement, adoption, retention, task succes. Berikut penjelasannya : Happines  : Bagaimana perasaan user tentang produk Anda? Happines biasanya diukur dengan survei kepuasan pengguna, peringkat dan ulasan aplikasi, dan NPS(Net Promoter Score). Engagement : Seberapa sering orang kembali menggunakan produk? Engagement dapat diukur dengan jumlah kunjungan pengguna per minggu, lama sesi, atau tindakan,...